Monday, June 27, 2016

Polychytemia Vera

Saya pikir semakin banyak jumlah darah dalam tubuh (Hb/Haemoglobin) di tubuh semakin bagus karena kebutuhan oksigen bagi organ tubuh terpenuhi, namun dugaanku salah.. Justru menyebabkan....

Polisitemia vera adalah suatu penyakit karena terlalu banyak sel darah merah yang dibuat oleh tulang sumsum.

Pada polisitemia vera, darah menjadi kental dengan banyaknya sel darah merah. Jumlah sel darah putih dan trombosit kemungkinan bisa meningkat juga. Kelebihan sel darah ini bisa terkumpul di limpa dan menyebabkan limpa menjadi bengkak. Peningkatan jumlah sel darah merah atau trombosit dalam darah dapat menyebabkan pendarahan dan penyumbatan dalam pembuluh darah. Hal itu dapat menyebabkan peningkatan risiko stroke atau serangan jantung. Pada pasian yang berumur lebih darih 65 tahun atau memiliki sejarah penyumbatan penggumpalan darah maka risiko terjadinya stroke atau serangan jantung lebih besar. Pasien juga mempunyai peningkatan risiko terjadinya leukemia mieloid akut (acute myeloid leukemia) atau mielofibrosis primer.

Yang mungkin menjadi gejala polisitemia vera termasuk sakit kepala dan bagian bawah rusuk sebelah kiri terasa penuh.
Polisitemia vera sering tidak menimbulkan gejala awal. Sering kali ditemukan pada saat pemeriksaan darah rutin. Gejala dapat terjadi jika adanya peningkatan jumlah sel darah. Kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala yang sama. Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami masalah berikut ini:
– Merasakan tekanan atau rasa kepenuhan pada bagian bawah iga sebelah kiri.
– Sakit kepala.
– Pandangan berbayang atau pandangan menjadi gelap atau ada titik-titik hitam yang kadang ada dan tidak.
– Sekujur tubuh terasa gatal, khususnya setelah mandi air hangat atau air panas.
– Wajah memerah seperti tersipu-sipu atau terbakar matahari.
– Lemah
– Pusing.
– Berat badan menurun tanpa alasan pasti.

Pemeriksaan darah khusus dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit polisitemia vera.
Sebagai pelengkap dari pemeriksaan darah lengkap, aspirasi tulang sumsum dan biopsi, dan analisa sitogenetik, sebuah pemeriksaan serum eritropoietin digunakan untuk mendiagnosa polisitemia vera. Pada pemeriksaan ini sampel darah diperiksa untuk mengetahui tingkat eritropoietinnya (hormon yang menstimulasi pembuatan sel darah merah yang baru).

Wednesday, April 27, 2016

Kamera smartphone deteksi kanker mata, begini caranya!


Kanker mata atau yang lebih sering disebut Retinoblastoma kini bisa diketahui dengan cara yang mudah. Bahkan, hampir semua orang memiliki perangkat yang bisa mendeteksi penyakit yang tergolong mematikan ini.

Ya, ternyata hanya dengan menggunakan flash pada kamera smartphone Anda bisa mengetahui apakah penyakit yang umumnya menyerang anak kecil ini ada atau tidak. Retinoblastoma merupakan penyakit dari golongan kanker mata dan sangat ganas.
Penyakit ini bisa menyebar dengan cepat. 

Namun, jika penyakit ini bisa dideteksi lebih awal tentu tindakan pencegahan bisa dilakukan untuk melakukan pengobatan secara dini.
Kampanye yang dilakukan sebuah lembaga Anti Kanker Mata mendemonstrasikan bagaimana caranya mendeteksi ada atau tidaknya penyakit Retinoblastoma pada anak-anak.

Hanya cukup memfoto poster yang terdapat gambar mata seorang anak Anda, maka akan terlihat bulatan kecil pada pupil mata anak yang terjangkit Retinoblastoma. atau saat anda memotret diri anda atau orang lain dengan menggunakan kamera dan lampu flash dinyalakan, maka hasil jepretan foto tampak ada bulatan kecil pada mata. Demikian seperti dilansir Mirror.co.uk, Rabu (10/12/2014).

Bulatan putih kecil pada pupil mata si anak saat difoto dengan menggunakan flash kamera smartphone mengindikasikan adanya tumor mata pada seseorang.

Retinoblastoma merupakan penyakit yang menjangkiti sekira 40-50 anak-anak di Inggris setiap tahunnya. Penyakit ini menyerang retina seseorang tepat di belakang bola mata. Jika tumor tidak diberikan pengobatan dini, maka akan tumbuh menjadi kanker mata dan menutupi semua bola mata hingga mengakibatkan kebutaan dan berpotensi menyerang otak dan tulang tengkorak.

Dan jika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, maka pengobatan semakin sulit dilakukan. Jika diketahui sejak dini, pengobatan bisa dilakukan dengan terapi, kemoterapi atau operasi mata.

Tuesday, April 26, 2016

Wanita sedikit berkumis, ciri tidak subur

Wanita dengan sedikit kumis di atas bibir ditambah dengan siklus haid yang tidak teratur sebaiknya berhati-hati karena itu pertanda kemungkinan susah punya anak.

"Wanita yang punya kumis, bulu lebat dan siklus menstruasi tidak teratur adalah ciri-ciri wanita dengan penyakit Polycystic Ovary Syndrome . Penyakit ini biasanya menyebabkan reproduksi wanita terganggu dan akhirnya susah punya anak"

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah penyakit pada wanita yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon. Wanita yang punya penyakit ini biasanya akan mengalami siklus haid yang tidak teratur, pertumbuhan bulu-bulu halus dan susah punya anak.

Jika tidak segera ditangani, PCOS bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti diabetes dan jantung. PCOS terjadi pada 1 dari 15 wanita dan gejalanya biasanya muncul sejak remaja.

Biasanya wanita yang menderita PCOS memiliki bulu lebat dan sedikit rambut di daerah mulut yang terlihat seperti kumis. Hal ini dikarenakan ovarium memproduksi hormon pria (androgen) sehingga wanita dengan penyakit ini sering disebut hiperandrogen.

Kelebihan hormon pria tersebut menyebabkan siklus ovulasi terhenti, sering jerawatan dan pertumbuhan rambut yang tak normal pada bagian wajah dan tubuh.

Wanita dengan PCOS juga umumnya berbobot badan besar atau gemuk, tapi orang kurus juga bisa mengalaminya. Orang gemuk cenderung punya maslah insulin atau resistensi insulin sehingga meningkatkan kemungkinan penyakit diabetes.

Seperti dikutip dari Webmed, beberapa gejala PCOS antara lain:
1. Jerawatan.
2. Peningkatan berat badan dan kesusahan menurunkan berat badan.
3. Ada rambut atau bulu halus yang tumbuh di daerah wajah, dada, perut atau punggung.
4. Ada rambut tipis di daerah kening kepala.
5. Punya siklus haid yang tidak teratur, pendarahan saat menstruasi dan biasanya hanya 9 kali dalam setahun atau kurang.
6. Masalah kesuburan, biasanya wanita dengan PCOS susah hamil dan punya anak (infertil).
7. Sering merasa depresi.

Ovarium wanita dengan PCOS umumnya ditumbuhi kista-kista kecil dalam jumlah banyak, itulah mengapa penyakit ini disebut dengan polycystic ovary syndrome yang artinya banyak kista dalam ovarium.
Penyebab PCOS adalah ketidakseimbangan hormon yang biasanya menurun dalam keluarga. Jadi jika ibu, nenek, atau saudara lainnya punya riwayat penyakit ini kemungkinan Anda juga akan memilikinya.

Olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi dan kontrol berat badan adalah kunci menangani penyakit PCOS. Obat-obatan yang bisa menyeimbangkan hormon juga bisa dipakai untuk mengurangi gejala PCOS. Dokter biasanya akan meresepkan obat pengontrol kehamilan dan obat diabetes untuk penderita PCOS.

"Pil KB dan obat diabetes mengandung senyawa anti androgen yang bisa mengurangi kelebihan hormon pria pada penderita PCOS,"

Obat pengatur kehamilan (pil KB) akan mengurangi tumbuhnya rambut di bagian-bagian yang tidak diinginkan sedangkan obat diabetes (metformin) akan mencegah terjadinya diabetes dan memperlancar siklus menstruasi. Bagi yang ingin cepat hamil dan punya anak bisa minum obat penambah kesuburan.

Salah satu gejala yang merusak penampilan wanita penderita PCOS adalah tumbuhnya rambut-rambut halus di daerah-daerah tertentu. Tapi tak usah khawatir, untuk urusan itu bisa diatasi dengan waxing, mencukur, mencabut, laser atau menggunakan krim yang menghambat pertumbuhan rambut tersebut.

Monday, April 25, 2016

Kenal lebih lanjut bahaya PCOS

PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. Kondisi ini menyebabkan hormon wanita yang menderita PCOS menjadi tidak seimbang karena hal-hal yang tidak diketahui.

Tanda-tanda awal PCOS adalah masa ovulasi atau subur yang tidak beraturan, meningkatnya kadar hormon pria (androgen) dalam tubuh wanita, dan munculnya banyak kista (kantong berisi cairan) pada ovarium. Jika seorang wanita mengalami setidaknya dua dari tiga tanda awal itu, maka kemungkinan ia mengidap PCOS.

Gejala PCOS

Biasanya gejala-gejala PCOS akan semakin jelas terlihat ketika wanita memasuki usia 16 sampai 24 tahun. Beberapa gejala-gejala umum PCOS adalah:

Pertumbuhan rambut yang berlebihan,biasanya di punggung, bokong, wajah, atau dada.

Kulit berminyak atau berjerawat.

Depresi.

Kesulitan untuk hamil.

Rambut kepala rontok atau menipis.

Berat badan bertambah.

Menstruasi tidak teratur. Dalam setahun frekuensi menstruasi lebih sedikit, atau jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi lebih banyak.

Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami beberapa gejala tersebut, untuk mengetahui penyebabnya.

Penyebab dan Faktor Risiko PCOS

Sampai saat ini penyebab pasti PCOS masih belum diketahui, tapi diduga ada hubungannya dengan kadar hormon yang tidak normal. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin bisa mendorong terjadinya PCOS, yaitu:

Resistensi terhadap insulin. Jaringan tubuh resisten terhadap insulin, sehingga tubuh terpacu untuk memproduksi lebih banyak insulin yang mengganggu pembuahan normal dan memicu penambahan berat badan.

Ketidakseimbangan hormon. Hal ini disebabkan antara lain karena naiknya kadar testosteron (hormon yang dominan pada tubuh pria), naiknya hormon lutein (kadar yang tinggi malah menganggu kerja ovarium), turunnya kadar globulin pengikat-hormon seksual (SHBG) sehingga aktivitas testosteron meningkat di dalam tubuh, dan naiknya hormon prolaktin (hormon yang memicu produksi air susu).

Faktor keturunan. Jika salah seorang anggota keluarga mengidap PCOS, maka risiko Anda semakin besar untuk terkena PCOS.

Jika tidak segera ditangani, penderita PCOS berisiko terkena beberapa penyakit seperti:

Diabetes tipe 2.
Sindrom metabolik.
Tekanan darah tinggi termasuk hipertensi pada masa kehamilan.
Perlemakan hati non-alkoholik.
Meningkatnya kadar kolesterol darah.
Infertilitas.
Sleep apnea.
Kadar lemak darah tidak normal.
Gangguan menstruasi berupa perdarahan abnormal dari rahim.

Diagnosis PCOS

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Untuk mendiagnosis PCOS, dokter akan melakukan beberapa hal berikut:

Pemeriksaan fisik. Dokter akan mencatat beberapa informasi penting tentang tubuh penderita seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah, keadaan kulit, menghitung indeks massa tubuh, memeriksa payudara, perut, dan kelenjar tiroid. Dokter juga akan memeriksa organ reproduksi wanita.

Tes darah. Penderita akan diminta untuk menjalani tes darah untuk mengukur kadar hormon, kadar gula darah dan tingkat kolesterol.

Tes ultrasound. Tes ini akan memperlihatkan jumlah kista dalam ovarium dan ketebalan dinding uterus.

Pengobatan PCOS

PCOS tidak bisa disembuhkan, namun gejala-gejalanya dapat dikendalikan. Opsi-opsi penanganan yang bisa ditempuh oleh penderita PCOS adalah:

Mengubah gaya hidup. Penderita PCOS yang obesitas, bisa mulai untuk menurunkan berat badan. Lalu penderita PCOS perokok disarankan untuk berhenti, sebab wanita perokok punya kadar hormon androgen lebih tinggi dibanding wanita non-perokok.

Pembedahan. Pembedahan kecil yang disebut Laparoscopic Ovarian Drilling(LOD) menjadi opsi untuk menangani masalah kesuburan yang disebabkan PCOS.

Terapi hormon bisa dilakukan bagi penderita PCOS yang tidak ingin merencanakan kehamilan. Terapi ini bisa menormalkan siklus menstruasi, mencegah kanker uterus, pertumbuhan rambut yang berlebihan, munculnya jerawat, dan rontoknya rambut kepala. (alodokter.com)